KORESPONDENSI.id - Writing Consultant. Ya ini nama menu
yang saya pilih sebagai penambah beberapa menu yang sudah ada. Saya seperti
kehilangan akar sejarah jika tak menyuguhkan menu tersebut untuk pembaca www.korespondensi.id. Menu yang saya maknai
sebagai ruang untuk berkorespondensi, saling berbagi seputar kepenulisan.
Mengapa tentang kepenulisan? Ya, di
era informasi digital dan komunikasi berpenghantar internet, pemilik akun media
sosial, website, admin, apalagi seorang penulis buku, setiap saat harus
merangkai kata menjadi kalimat. Bahkan sesiapa yang tidak menulis untuk
dikonsumsi publik pun, akan menulis secara sederhana untuk dirinya tentang
agenda pribadi, atau ide yang sewaktu-waktu melintas dan dikhawatirkan lepas
begitu saja.
Setidaknya sampai dengan sebelum studi
di perguruan tinggi, atau sampai pada 1999, saya belum memiliki catatan menulis
yang sifatnya terpublikasi, baik di media massa, dalam bentuk buku, apalagi
media sosial yang memang belum ada. Saya kenal dengan para penulis, lalu
belajar menulis dalam bentuk yang sangat sederhana sejak semester pertama
kuliah. Itu pun karena saya, dalam ketidaktahuan dan kepasrahan, memilih masuk
dan magang di lembaga penerbitan mahasiswa di kampus tempat saya menempuh
studi.
Singkat kata, dari menjadi jurnalis magang di majalah kampus, 2,5 tahun kemudian memimpin pengelolaan majalah tersebut. Kami, di tim penerbitan kala itu mendiversifikasi produk dengan menerbitkan jurnal dan buletin untuk kami sajikan ke pembaca di kampus. Andai saat itu sudah “usum” website dan media sosial, tentu saja kami akan menggunakan multiplatform untuk mengemas semua produk jurnalistik dari teman-teman.
Ada banyak cerita dan kisah perjalanan
pembelajaran di rentang waktu ini. Tapi saya masih menganggap sebagai sekadar
ruang untuk “bergaul” di lingkungan kampus. Itu sudah amat sangat membantu
pergaulan, bahkan menjadi pelempang jalan masa berikutnya dimana saya masuk ke
media massa konvernsional di Jawa Tengah. Singkat kata, akhirnya saya secara profesional
menjadi jurnalis di sebuah media massa selama lebih kurang 14 tahun. Di masa
ini, perjalanan belajar ruang menimba pengalamannya lebih seru. Dinamika
mengantarkan saya mengisi website sebuah lembaga, dan mulai pekan terakhir Juni
2020 memutuskan untuk membikin website sendiri, sebuah niat yang sudah 14-an
tahun saya pendam.
Ini bukan kali pertama saya
berkorespondensi soal kepenulisan. Selama 14 tahun di media massa, hampir setiap
pekan saya ke sekolah-sekolah, pesantren, perguruan tinggi untuk menjadi mitra belajar
menulis. Melalui website ini, saya akan berbagi pengalaman, sekaligus
memberikan waktu untuk menjadi teman dalam berkorespondensi seputar
kepenulisan. Caranya, pembaca website ini bisa menuliskan komentar di kolom
komentar di menu ini, bisa tentang apa saja seputar kepenulisan. Dalam
komentar-komentar tertentu, saya sesekali akan menanggapi dengan mengulasnya dalam tulisan
khusus.


Posting Komentar